SMMT Dorong Kapasitas Produksi Jadi 1,8 Juta Ton di 2018

Date: 
5 July 2018

 

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan pertambangan batu bara, PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) menargetkan adanya peningkatan kapasitas produksi menjadi 1,8 juta ton batu bara di 2018 ini, dari yang sebelumnya sebesar 1 juta ton saja.


"Kami akan fokus meningkatkan kapasitas produksi kami menjadi 1,8 juta ton di 2018 ini, dan memaksimalkan profitabilitas perusahaan," tutur Direktur Utama SMMT Roza Permana Putra kepada media saat dijumpai dalam paparan kinerja perusahaan, di Jakarta, Rabu (27/6/2018).

 

Lebih lanjut, Roza mengatakan, strategi perusahaan untuk mencapai hal tersebut yakni dengan meningkatkan utilisasi dari infrastruktur yang sudah dimiliki perusahaan. Dengan begitu, nantinya dalam tiga tahun ke depan, kapasitas produksi perusahaan bisa mencapai 3-5 juta ton batu bara per tahun.


Dari segi kinerja, perusahaan pemilik tambang di Sumatra dan Kalimantan ini pada kuartal I 2018 ini, produksi batu bara yang dihasilkan secara konsolidasi mencapai 307 ribu ton, naik 54% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Operasi di Sumatra menyumbang peningkatan produksi secara signifikan sebesar 144%.


Di samping itu, volume penjualan secara konsolidasi juga meningkat 39% pada kuartal I 2018 ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menjadi 351 ribu ton, dengan 44% di antaranya dialokasikan untuk pasar domestik.

 

Kontribusi pasar domestik pada 2018 diharapkan mencapai 43%. Sedangkan, pada 2017 dan 2016, kontribusi pasar domestik masing-masingnya sebesar 38% dan 28%. Hal ini seiring dengan pertumbuhan pembangkit listrik di Indonesia.


Selain itu, meningkatnya harga jual batu bara, berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan perusahaan di kuartal I 2018 sebesar 111% dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu menjadi Rp 31,81 miliar dari yang sebelumnya sebesar Rp 15,05 miliar.


Perusahaan juga membukukan laba bersih sebesar Rp 17,22 miliar selama kuartal I 2018. Jumlah ini naik tiga kali lipat dibanding kuartal I 2017. Adapun, pada 2017, perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 40,08 miliar, tetapi digunakan sebagai laba ditahan dan tidak membagikan dividen.